[SERIES] Don’t Give Your Heart to Me Part 1

Don't Give Your Heart to Me

Author : Adelfia

Cast:

  • Cho Kyu Hyun
  • Park Ji Hyun

Support Cast :

  • Cho Ah Ra
  • Park Hyung Seok
  • Yoon Boo Mi

Title : Don’t Give Your Heart to Me Part 1

Genre : Romance, Sad, Family. Friendship

Rating : General

Note Author:

Hai ..hai … comeback again! Tapi bukan bawa sambungan dari 2Hyun Scene: Begining yaa … sambungannya masih dalam tahap pengerjaan. Sebenarnya ini FF udah lama di words jauh sebelum aku buat 2Hyun Scene. So, aku mau publish cerita yang satu ini nih … Semoga kalian menyukainya yaa 🙂 Happy Reading Yaaa 🙂

SIDERS GO AWAY!!!

Hidup lebih lama? Itulah yang aku inginkan sekarang.

***

Ting!

Bunyi suara khas chatting dari situs online yang sedang dibukanya berdenting. Menandakan ada sebuah message yang dikirimkan padanya. Gerakan tangan kursor itu tertuju pada area line chatting yang terpampang jelas dilayar laptopnya. Matanya langsung tertuju pada nama profil sang pengirim message. Seorang pria, gumamnya. Dan baru kali ini sejak 2 tahun yang lalu seorang pria mengiriminya pesan. Sudah lama sekali, semenjak ia menutup dirinya begitu rapat untuk kehadiran seorang pria dikehidupannya.

Hai.

Tulisnya begitu singkat. Lebih diartikan basa-basi untuk sekedar menyapa-mengawali pembicaraan-. Dia tidak segera membalas sapaan itu, matanya kini terpaku pada tulisan yang ada dihadapannya. Hanya sebuah kata sapaan yang sebenarnya tidak berarti apa-apa bagi orang umum. Hanya saja ini pertama kali untuknya.

Hai juga J

Kenapa lama sekali membalasnya. Senang mengenalmu nona…?

J

Hanya sebuah senyuman untuk membalas perkataan pria itu.

Apa maksudnya itu? Aku bertanya siapa nama-mu? Ji_nner ?

Itu hanya username-ku.

Kau dingin sekali. Jadi, siapa nama-mu nona?

Gaem?? Itu nama-mu? Lucu sekali.

Cibirnya saat memperhatikan username yang dipakai pria itu.

Bukan. Hanya sebuah username tidak salah bukan. Namaku Cho Kyuhyun. Jadi, bisakah kau memberitahukan siapa nama-mu?

Jihyun. Park Ji-Hyun.

Senang bisa berkenalan dengan-mu nona Park J.

Jangan memanggilku seperti itu. Panggil saja Jihyun. Jangan terlalu bersikap formal padaku

Kyuhyun-ssi.

Tak ada balasan yang muncul lagi darinya. Kini perhatian yeoja bernama Park Ji-Hyun itu tertuju pada timeline halaman chatting-nya. Menuliskan sesuatu sebagai status profilnya. Mengganti tulisan yang ia tinggalkan 2 hari yang lalu.

“Hanya tersenyum yang bisa kulakukan saat ini”

Sebaris kalimat yang membuatnya cukup tenang. Ia menghela nafas beratnya sejenak, membenamkan wajahnya dibantal yang ada didekatnya.  Baru saja ia ingin log-out dari akun itu, namun dentingan chatting itu terdengar kembali, membuatnya mengurunkan niatnya untuk segera log-out dan memejamkan matanya malam ini.

Baiklah. Jihyun. Terdengar lebih akrab bukan. Kalau begitu kau juga jangan memanggilku seperti itu. Oppa. Panggil aku Kyuhyun Oppa. Kita terpaut 3 tahun. Kulihat dari profilmu.

Belum sempat tangan Jihyun mengetikan balasannya, pria yang menjadi teman chatting-nya itu mengirimi sebuah pesan lagi padanya.

Kau sedang dalam masalah? Ada apa? Kau bisa bercerita denganku. Kalau kau mau.

Kau memata-mataiku? Oppa? Aku tidak terbiasa.

Kita baru saling kenal dan kau memintaku untuk menceritakan masalahku? Tidak tahu sopan santun!

                Aku kan tidak memaksamu. Aku hanya mengatakan kalau kau tidak keberatan. Kau benar-benar gadis yang dingin.

Kau belum mengenalku. Jadi jangan selalu menilai seseorang hanya karena sikapnya saja.

Menarik. Aku merasa tertarik padamu Jihyun-ah.

Aku tidak semenarik yang kau bayangkan.

Kita berteman? Bagaimana?

                Hanya berteman. Kuterima kau menjadi temanku. Gyul!

Gyul?

Anggap saja nama khusus dariku. Sudah malam, aku ingin istirahat.

Maaf, kalau aku mengganggumu. Selamat malam. Dan sampai bertemu lagi, dijam yang sama. Mungkin.

J

Jihyun hanya membalas dengan sebuah senyuman dan langsung mengklik tulisan log-out dilayar laptopnya.

***

Kyuhyun mematikan tab-nya dan berjalan keluar arah kafe tempat dimana tadi ia tinggal hanya sekedar untuk menyesap kopi kesukaannya. Dengan senyum yang masih terpampang diwajahnya. Kakinya ia tekan pada pedal gas mobilnya, meninggalkan tempat itu membelah malam kota Seoul.

Yeoja itu…membuatku tertarik, gumamnya sambil meletakan telunjuknya dibibirnya.

Nuna-ya adikmu ini normal, ujarnya dengan senang.

Gyul? Baru kali ini ada yang memanggilku dengan nama yang berbeda, pikirnya.

Tak terasa perjalanan yang panjang terasa singkat untuknya malam ini. Yeoja itu selalu berputar-putar dikepalanya. Ia segera memarkirkan mobilnya digarasi rumahnya dan berlenggang masuk kedalam rumah dengan jas yang berada digenggaman tangan kirinya

Seluruh penjuru rumah sudah gelap, menandakan bahwa penghuni rumah sudah tertidur lelap. Mengingat sudah lewat tengah malam dirinya baru sampai dirumah. Langkah kakinya terhenti sesaat dirinya mau masuk kedalam kamar. Matanya mengangkap bayang seseorang dibalkon belakang rumahnya.

Nuna?, gumamnya. Kakinya membawa dirinya menghampiri sosok itu. Apa yang dilakukan Nuna-nya itu ditengah malam seperti ini? Ia sandarkan tubuhnya pada pagar pembatas, berdiri tepat disamping Nuna-nya itu.

“Sedang apa?”

“Hanya tidak bisa tidur”sahutnya dengan nada rendah. “Kau baru pulang? Darimana saja?”

Hanya dijawab lewat suara tenggorokan. “Jangan pulang selarut ini lagi. Pikirkan kesehatanmu, Kyu. kau sudah terlalu lelah bekerja seharian dikantor”ujar kakaknya itu. Cho Ah Ra.

“Arraseo. Aku hanya menikmati secangkir kopi di cafe. Sebelum men-istirahatkan tubuhku malam ini”ucapnya.

“Kau harus benar-benar mencari pendamping Kyu. agar ada yang bisa memerhatikan dirimu itu” saran Ah-Ra yang membuat adiknya itu tersenyum.

“Apa kau percaya pada cinta pandangan pertama?”tanya Kyuhyun yang membuat Ah-Ra menoleh kearahnya. “Mungkin ini tidak bisa disebut cinta pada pandangan pertama yang aku alami”

“Maksudmu?”tanya Ah-Ra yang tidak mengerti.

“Aku baru bekenalan dengan seorang gadis. Situs chatting online. Kau tahu itu kan?”

Ah-Ra menganggukan kepalanya. “Aku tertarik padanya. Sayangnya gadis itu terlalu dingin untuk diajak bercengkrama. Dengan sikapnya yang seperti itu, aku benar-benar tertarik padanya. Ada sesuatu yang aneh dalam hatiku saat mengobrol dengannya. Bisakah ini disebut cinta? Atau hanya sekedar suka?”jelas Kyuhyun yang membuat kakak satu-satunya itu terperangah tak percaya dengan apa yang dilontarkan adiknya itu. Hanya saja jarang sekali pria itu membicarakan soal cinta dihadapannya.

“Menurutmu apa yang harus kulakukan?”tanya Kyuhyun.

“Kenapa kalian tidak saling bertemu saja?”saran Ah-Ra yang mendapati gelengan kepala dari adiknya.

“Aku baru mengenalnya tadi. Tidak mungkin kan aku langsung memintanya untuk bertemu. Aku takut dia memikirkan hal-hal buruk tentangku. Dan aku tidak suka itu”

“Yah..berarti kau harus melakukan pendekatan yang lebih bukan?”tanya Ah-Ra. “Sudahlah aku mulai mengantuk. Pikirkan cara yang terbaik, agar image-mu itu tidak buruk dimatanya. Selamat malam.”

***

“Selamat pagi Nona Park”ujar suara seorang pria yang amat dikenalnya itu.

“Aku sedang tidak ingin bercanda Park Hyung-Seok”cetus Jihyun.

“Baiklah-baik. Kerja yang benar Jihyun-ah”

“Harusnya aku yang mengatakan hal itu. Dasar bodoh!” Hyung-Seok hanya tertawa mendengarnya. Ia melanjutkan bersih-bersih dikafe itu sebelum buka pada jam 10.00 nanti.

“Dimana Boo-Mi?”tanya Ji-Hyun mengedarkan pandangannya karena tidak melihat batang hidung dari temannya yang satu lagi.

“Telat mungkin”sahut Hyung-Seok sambil mengangkay kedua bahunya.

“Hyung-Seok, Ji-Hyun cepat kau rapihkan ruang VIP diatas. Itu akan dipakai rapat oleh Cho Corp siang ini”perintah manejer cafe itu.

“Ne, sajangnim”sahut Hyung-Seok dan Ji-Hyun bersamaan.

***

22.00

                Adakah cara lain agar bisa menghubingimu lebih mudah? Aku hanya ingin mempermudah komunikasi diantara kita J

Pesannya dikirimkan jam 1 siang tadi. Dan dia baru membukanya. Astaga apa yang harus dia jawab?

Maaf baru membalas pesanmu. Aku baru selesai bekerja. Komunikasi seperti apa maksudmu?

Tak lama kemudian terdengar suara dentingan chatting dari arah laptopnya. Dia sedang online juga rupanya.

                Tidak apa-apa. Maaf kalau aku mengganggu waktu istirahatmu Jihyun. Apa aku tidak bisa memilki nomor handphone-mu?

Ji-Hyun membulatkan matanya saat membaca deretan kalimat terakhir. Nomor handphone? Haruskah dia memberikannya? Tanpa sadar tangannya mengetikan deretan nomor handphone dan langsung menekan enter dan pesan itu terkirim padanya.

Terima kasih. Kalau boleh aku tahu apa pekerjaanmu?

                Hanya seorang pelayan kafe.

Benarkah? Dimana? Siapa tahu aku bisa mengunjungimu disana?

Bulgarium kafe. Maksudmu, kau ingin bertemu denganku begitu?

Apa? Kau bekerja disana? Hei, aku sering sekali minum kopi disana. Ya, mungkin seperti itu.

Sudah dua tahun aku bekerja disana. Maaf aku tidak bisa bertemu denganmu.

Kenapa? Aku sangat ingin bertemu denganmu. Aku ingin tahu kau itu seperti apa.

Tidak apa-apa. Aku hanya tidak mau kau kecewa padaku

Kecewa? Kenapa aku harus kecewa bertemu denganmu? Anggap saja ini sebuah perkenalan pertemanan. Bisa ya?

Maaf, aku harus off. Selamat malam. J

Ji-Hyun menekan tulisan log-out dan mematikan laptopnya. Ia menaruh benda  berbentuk persegi itu disebelahnya dan mengambil posisi tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Matanya perlahan-lahan mulai terpejam. Namun dering handphone disebelahnya melarangnya untuk tidur cepat malam ini.

Dilihatnya ada sebuah pesan yang masuk. Nomor tidak dikenal. Tangannya memencet gambar berbentuk surat itu dilayar handphone-nya. Matanya sukses membulat saat mengetahui siapa yang mengirimkan pesan padanya.

Hai. Ini aku Kyuhyun. Atau Gyul. Maaf aku mengganggu-mu lagi. Aku tahu ini sudah malam. Tapi bisakah kau menjawab beberapa pertanyaanku?. Kenapa kau tidak mau bertemu denganku?

Ji-Hyun bingung harus menjawab apa. Dia tahu alasan pasti mengapa ia tidak mau bertemu dengan pria. Bukan ia takut pada pria ini, ia tahu pria ini adalah orang yang baik. Hanya saja ada satu hal yang tidak bisa ia beritahukan. Dia hanya tidak mau mengecewakan pria ini. Itu saja.

Kenapa kita harus bertemu? Aku benar-benar tidak bisa bertemu denganmu. Maaf.

Tak lama kemudian handphonenya bergetar lagi. Cepat sekali ia membalasnya.

Aku hanya ingin berteman dengan baik padamu. kau sedang ada masalah? Kenapa status terakhirmu seperti itu?

Ji-Hyun teringat dengan status terakhir yang ia tinggalkan di situs itu. ‘Don’t give your heart to a girl like me’ .

Kita masih tetap bisa berteman jika tidak saling bertemukan. Tidak apa-apa. Kau hanya boleh menganggapku sebagai teman tidak boleh lebih.

Kalau begitu biar aku yang mendatangi tempat kerjamu dan menanyakan tentang dirimu. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Sekarang aku hanya benar-benar tertarik padamu.

Sudah kubilang jangan menjadikanku orang yang berarti. Aku hanya temanmu. Ingat temanmu. Kau tidak boleh jatuh cinta padaku.

Kita lihat kedapannya saja. aku akan jatuh cinta padamu atau tidak. kita lihat kedepan. Takdir tidak bisa dihindari.

***

“Sibuk sekali dengan gadget-mu itu? Ada game baru sampai-sampai kau tidak menyadari kehadiranku?”

Kyuhyun mendongakan kepalanya menatap Ah-Ra yang sudah berada didepannya. Hanya sebuah senyuman yang ia berikan sebagai jawaban.

“Apa menariknya sih game itu? Aku benar-benar takut kau akan menikah dengan salah satu game itu” ujar Ah-Ra bergidik ngeri saat membayangkannya.

“YAK! Tidak seperti itu juga! Kau pikir aku ini tidak normal apa. Aku masih menyukai makhluk hidup. Terutama wanita!”seru Kyuhyun.

“Kau yakin kau masih menyukai wanita? Melihatmu menggandeng wanita saja jarang” ucap Ah-Ra dengan nada mengejek.

“Aku bisa saja langsung memilih wanita dihadapanku kalau aku mau. Tapi sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang menarik hatiku”balas Kyuhyun dengan sedikit pamer. “Aku bukan tipe pria yang suka dikejar-kejar. Aku lebih suka mengejar”tambahnya.

“Jadi, wanita mana yang sedang kau kejar?”

Kyuhyun menyunggikan senyumnya. “Gadis chat online itu. Aku akan bertemu dengannya”.

“Memangnya dia mau bertemu dengan pria sepertimu? Pria yang membosankan, lebih tertarik pada game daripada wanita? Apa kau hanya ingin menjadikan pajangan dikamarmu saja hah?”

“Dia memang tidak mau bertemu denganku. Dia juga bilang padaku untuk tidak jatuh cinta padanya. Alasannya karena dia tidak mau mengecewakanku. Ironis bukan? Adikmu ini memang malang sepertinya –dalam hal percintaan-. Tapi aku akan mengunjungi tempat kerjanya”.

“Berarti dia tidak mau kau ada dikehidupannya. Sudah ditolak dengan jelas, masih mau mengejarnya? Harga dirimu sebagai seorang pria dimana hah?”

“Itu dia. Aku menemuinya untuk mempertaruhkan harga diri dam reputasiku sebagai penerus keluarga Cho. Aku tidak semudah itu untuk menyerah nuna. Kau lihat saja aku pasti bisa mendapatkan hatinya”

“Aku perlu bukti Cho Kyuhyun. Bukan omong kosong”

“Aku akan membuktikannya padamu Cho Ah-Ra sayang”ucap Kyuhyun gemas meninggalkan kakaknya itu beranjak menuju kamarnya.

***

Bulgarium Cafe,

03.00 PM

“Kau lelah sekali. Ada apa?”tanya Boo-Mi saat melihat Ji-Hyun yang terlihat kelelahan dan wajahnya yang mulai memucat.

“Kau tidak apa-apa aku tinggal? Pelanggan banyak sekali yang datang”

“Tidak apa-apa. Masih ada Hyung-Seok. Sudah sana kau pergi kebelakang dan tidur sebentar. Agar nanti malam kau mempunyai energi yang banyak. Sepertinya kita akan lembur lagi malam ini”ujar Boo-Mi.

“Arraseo. Mian Boom aku tidak membantumu”

Boo-Mi hanya membalas dengan seutas senyum diwajahnya. Ji-Hyun melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang istirahat yang ada didalam gedung kafe itu. Dengan kepala yang terasa pening teramat sangat Ji-Hyun membaringkan tubuhnya diatas kursi kamar ganti kryawan wanita. Perlahan-lahan matanya mulai terpejam, menghirup udara dalam-dalam.

Ada rasa takut yang berkecamuk dalam dadanya. Entah ini salah atau tidak. Kyuhyun. Pria itu membuatnya memkirikan hal yang tidak penting. Kyuhyun atau Gyul. Namanya selalu saja terlintas dipikiran Ji-Hyun disaat-saat seperti ini. Kyuhyun. Pria yang mampu membuatnya berubah pikiran untuk menutup hatinya. Kyuhyun. Pria yang diam-diam mulai masuk kedalam hatinya.

Gila. Itu dia yang ada pikirannya. Baru dua hari berkenalan, tapi sudah seperti teman lama yang sudah lama tidak berjumpa. Tidak. dia harus membuang jauh-jauh itu semua. Dia dan Kyuhyun tidak boleh saling jatuh cinta. Tidak. ingat itu Ji-Hyun. Kau dan dia hanya sebatas teman, tidak lebih.

“Gyul” gumam Ji-Hyun dengan mata yang masih terpejam. Handphone-nya berdering, ada panggilan masuk. Tapi dirinya sudah tidak kuat hanya sekedar untuk menjawab panggilan itu. Diabaikan saja panggilan itu dan dirinya mulai terlelap dalam tidurnya sore itu.

***

Cho Corp.

03.00 PM

Kyuhyun duduk dibangkunya dengan gelisah. Tangannya memutar-mutar handphone-nya itu. Seketika perasaannya menjadi tidak tenang saat gadis itu tidak menjawab panggilannya. Dengan perasaan campur aduk, ia mengetikan beberapa kalimat dan dikirimkannya pada gadis itu.

Kau dimana? Kenapa tidak menerima panggilanku?

Tak ada balasan yang ia terima setelah menunggu 5 menit. Tangannya mulai bergerak lagi dengan lincah. Ia akan melakukan hal ini terus menerus hingga gadis itu menjawabnya.

Apa terjadi sesuatu padamu? jawab pesanku. Kumohon Jihyun.

Sungguh. Ada apa denganmu sebenarnya. Aku mengkhawatirkanmu.

Park Ji Hyun. Jihyun. Jihyun. Jihyun. Jiyul. Jawab aku.

“Kau kemana? Kenapa tidak menjawabku?”gumamnya dengan wajah khawatir yang terukir jelas.

Pintu ruangannya terbuka menampakan seorang wanita yang berjalan kearahnya. Dengan tidak ada sopan santunnya wanita itu melempar map hijau yang ada ditangannya keatas meja Kyuhyun yang membuat pria itu sedikit tersentak.

“Aku butuh tanda tanganmu dongsaeng”ujarnya.

“Ck…kau ini. Walaupun kau itu nuna-ku. Aku ini masih atasanmu!”decaknya kesal.

“Aku tidak peduli. Sudah cepat tanda tangani saja”perintahnya.

Ah-Ra mengamati air wajah Kyuhyun yang sedang tidak dalam masa baik. Adiknya terlalu begitu lugu dan polos. Pasti ini karena gadis chatting-nya itu, pikir Ah-Ra. Dengan kesal Kyuhyun membubuhkan tanda tangannya diatas kertas putih itu, dan melempar bolpoinnya begitu selesai menggoretkannya diatas kertas itu.

“Kenapa kau? Ada masalah?”tanya Ah-Ra. Tanpa ditanya-pun Ah-Ra pasti tahu kalau adiknya ini sedang dalam masalah.

“Dia tidak menjawab telepon dariku dan pesan dariku”cetus Kyuhyun membuat Ah-Ra tertawa dengan tingkahnya.

“Dasar bodoh. Hanya seperti itu saja kau kesal?”tanya Ah-Ra sambil menggelngkan kepalanya. “Memangnya kau pikir gadis chatting-mu itu tidak bekerja apa? Mungkin dia sibuk”.

“Biasanya dia bisa membalas pesanku walau dirinya sedang bekerja. Tapi ini? Aku sudah menghubunginya berulang-ulang kali tapi tak ada respon juga darinya. Aku takut terjadi apa-apa dengannya”jelas Kyuhyun menengakan tubuhnya.

“Well, kau itu seperti sudah berpacaran lama saja dengannya. Padahal baru berkenalan beberapa hari yang lalu. Aku jadi penasaran, gadis seperti apa dia. Bisa-bisanya membuat adikku seperti ini” Ah-Ra berdecak heran dengan sikap adiknya yang memang seolah-olah sudah mengenal gadis itu sejak lama.

“Adikmu sudah gila nuna. Tergila-gila pada gadis yang sama sekali belum ku-ketahui seperti apa rupanya. Aku hanya bisa merasakan sebuah kenyamanan saat bercengkrama dengannya”

“Ya..kau memang gila”sahut Ah-Ra. “Kenapa kau tidak datangi tempat kerjanya saja?” tanya Ah-Ra yang lebih tepatnya adalah sebuah saran untuk Kyuhyun.

“Kau benar. Kenapa aku terlalu bodoh”sahut Kyuhyun langsung beranjak meninggalkan ruangannya dan Ah-Ra hanya bisa terdiam tak percaya dengan sikap adiknya itu yang mulai terasa aneh.

***

Bulagarium Cafe.

07.00 PM

 

Ji-Hyun melangkahkan kakinya keluar dari ruang istirahat untuk bekerja kembali. Malam ini pengunjung begitu ramai, ia harus merelakan tubuhnya lagi untuk malam ini.

“Ada yang bisa aku bantu?”tanya Ji-Hyun pada Boo-Mi yang sedang menata pesanan pelanggan diats baki.

“Kau sudah baikkan?”tanya-nya. Ji-Hyun hanya mengangguk. “Ini kau berikan ini pada meja nomor 18”.

“Baiklah”sahut Ji-Hyun langsung mengambil baki itu dari tangan Boo-Mi.

Setelah mengantarkan pesanan ke meja nomor 18 Ji-Hyun kembali menghampiri dua sahabatnya –BooMi dan Hyung-Seok- yang sedang berada dimeja dekat kasir.

“Kalau kau masih lelah, istirahat saja. Lagipula bos terlalu mengerti dirimu, jadi kau tidak akan mendapatkan omelan darinya”ujar Boo-Mi yang masih melihat wajah Ji-Hyun pucat.

“Aku sudah tidak apa-apa. Kalian tenang saja, tidak usah mengkhawatirkanku”sahut Ji-Hyun.

“Boo-Mi bisa kau antarkan ini ke meja nomor 10?”tanya In-Jung.

“Biar aku saja”sela Ji-Hyun seraya mengambil baki dari tangan In-Jung. “Kau kan sudah bekerja dari tadi. Kini giliranku untuk bekerja. Arraseo?”

Tanpa menunggu respon dari Boo-Mi ia melangkahkan kakinya begitu saja menuju meja nomor 10. Boo-Mi dan Hyung-Seok hanya bisa bertatapan melihat teman mereka satu itu.

“Ice Coffee late, chessee pasta, orange jus, ada yang mau ditambah lagi?”tanya Ji-Hyun setelah menaruh pesanan itu diatas meja.

“Tidak terima kasih”sahut pelanggan itu.

“Baik. Kalau ada yang mau ditambah bisa bilang ke saya, dengan Ji-Hyun”ujar Ji-Hyun lagi yang ditanggapi sebuah senyuman oleh kedua pelanggan itu.

Ji-Hyun membalikan tubuhnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat pria bertubuh tinggi ini menghalangi jalannya.

“Park Ji-Hyun. Kau Park Ji-Hyun?”tanya-nya yang membuat Ji-Hyun hanya bisa mengerjapkan matanya. Seperti melihat sosok malaikat yang baru saja turun dari langit. Wajah tampan dan fisik yang sempurna. Tapi ada apa pria ini mencarinya? Dan siapa dia?

“Ne, aku Park Ji-Hyun”

TBC

145 thoughts on “[SERIES] Don’t Give Your Heart to Me Part 1

  1. Aaa, seneng banget gue baca ffnya thor. Senyum senyum sendiri gue wkwk. Gue jd flashback ketemuan gue sm cowo gara2 chat facebook jaman dahulu kala wkwk. Tokoh kyu disini ewr bgt haha. Keren thor

  2. Maaf kyu p’tama tau akun jihyun dr mna??
    Kn mreka blum sling knal + tdk ada plantara
    hee maaf cma nanya ajj koq:D

    eh mreka kaya udh sling knal d masa lalu, v tdk ingat masa lalu tu, jihyun mggil kyuhyun gyul dg spontan,trus kyu mggil jihyun b’ulang kli smpe mggil dg jiyul sprti udh t’biasa mggil 1 sma lain dg sbutan tu
    v ya blum tw yg sbenerny,

  3. Jgn bilang tu kyu ??? Waahhh jdi penasaaraaaannn …
    Bisaa jatuh cintaa gt ya pas chatingan . hehehe
    Smg nnti jihyun bs membuka ht ny buat kyu

  4. Pingback: Rekomendasi Blog FanFiction (UPDATE) | RechaCho

  5. Ceritanya cinta via chatting ,Tema yang jarang banget aku temuin .Terus alur nya juga enggak kecepetan ..Panjang FF nya mungkin kurang panjang menurut ku ..:D
    Cuma beberapa kali aja ada yang nggak ngerti ,Ceritanya lumayan masuk akal ,Kalo di nalar sampek ..Cuma mungkin ini masih part pertama jadi masih agak bingung ..Tapi over all bagus kok thor 🙂

  6. Cinta via chatting ,Tema yang jarang banget aku temuin nih ..Alur nya enggak kecepetan ,Dan masih masuk akal ..Di tunggu part selanjutnya

  7. Kyuhyun karakter nya jadi anak polos ya? sampe bisa jatuh cinta via chatting. hohoho
    nah itu Jihyun ketemu siapa? Kyuhyun kah?
    ah blom apa”, udah di kasih pertanda kesuraman dari Jihyun,, harus siapin mental buat yg sadd.. huhuhuhu

  8. kyuhyun dah tergila-gila ma jihyun,padahal cuma via chatting.belum ketemu langsung ma orangnya.jangan2 pria berwajah tampan dengan fisik sempurna seperti malaikat turun dari langit tu kyuhyun

  9. aduuhh jatuh cinta bgt sama sosok kyuhyun disini .. duhh ngebayangin gmana jdinya jihyun ditaksir cowok kayak kyu 🙂

  10. jdi penasaran sama jihyun
    kenapa dia ga mau ketemu
    kyuhyun?
    emang apa alesan nya yg
    buat dia taku ngecewain
    kyuhyun kalo jihyun
    ketemu ma kyuhyun

  11. kenapa jihyun yang misterius bisa dengan mudah memberi tahu no tlp dan tempat dia bekerja pada orang yang baru dia kenal ? kalo pada akhirnya dia tidak ingin bertemu ?

  12. annyeong author-nim, aku reader baru, salam kenal ya,, ^_^
    aku nemuin blog ini atas rekomendasi di sebuah blog..
    Kyaaaa,,, akhirnya baca ff lagi setelah sekian lama gk baca ff,, 😀 #abaikan
    Well, aku suka sama Jihyun yang dingin,, tpi penasaran si kenapa si J sikapnya dingin gitu sma abang Kyu, kasian abang Kyu, Hiks 😥
    Himnae Author-nim,, 😉

  13. Masih belum ngeh sama ceritanya, tapi wajar sih kan emang baru part pertama. Itu ji hyun sebenernya kenapa sih? Apa dia punya penyakit atau masalah? Nah itu yg ketemu ji hyun pasti kyu, emang kalo jodoh ga bakal kemana kok

  14. Hai thor salam kenal ya,aq pembaca baru ff kamu dpt rekomen dr tmn soal nya tmn ku tau klw aq suka ff nya kyu sangat sangat sangat suka sm kyu,txs
    Akhir nya kyu berhasil juga ketemu sm jii hyun,jangan2 jii hyun sakit,jd gregetan sm jii hyun, buat kyu fighting, lanjut thor

  15. rsa nya memng gk enak kalau jatuh vinta cuma lewat chat in ja hk di bls bisa buat mood kita hancur ….tapi kenapa jihyun gk.mau ketemu ada masalah papa di.kehidupan jihyun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s