2HYUN SCENE : The Baby Was Born

Jihyun with baby

hayo hayo… siapa yang nungguin ff ini? Nih langsung aku kasih. maap membuat kalian menunggu terlalu lama.
Watch Out typo!

***

                AWAS KAU CHO KYUHYUN!

Jihyun menyambar tas-nya setelah semua pemotretan yang dijalaninya sudah selesai. Hwang Kwang-Hee—manager barunya segera mengikuti langkah Jihyun yang besar-besar. Untuk kesekian kalinya pria itu memanggil nama Jihyun namun dihiraukan oleh wanita yang tengah mengandung itu. Kwang-Hee langsung menyalakan mesin mobil dan menatap wajah Jihyun taku-takut dari kaca spion diatasnya.

“Antarkan aku ketempat Cho Kyuhyun sekarang!” seru Jihyun tidak bisa mengontrol emosinya yang siap meledak itu.

Hari ini dia menjalankan sesi pemotretan untuk sebuah majalah, mood-nya langsung jatuh saat mengetahui baju yang akan dipakai olehnya tidak cukup muat ditubuhnya. Entah sudah berapa kali dia mencoba baju yang memang sudah disediakan dari beberapa waktu yang lalu. Beberapa stylist sudah mencoba membantu dirinya untuk membuat baju yang dikenakanya terlihat baik-baik saja meski entah sudah berapa kali mengalami bongkar pasang ditubuhnya.

Jihyun langsung menutup pintu mobil dengan kasar sesampainya ia di gedung Cho Corp. Security yang berada didepan lobi memberikan salam padanya namun dia hanya langsung berjalan masuk kedalam tanpa membalasnya. Tidak biasnya dia seperti itu, dia pasti akan menyapa balik dengan senyumya. Tapi kali ini senyum itu benar-benar tidak ada. Tangannya langsung menekan tombol lift khusus—dengan kasar yang akan mengantarkannya langsung dilantai dimana ruangan Cho Kyuhyun, suaminya berada.

Lift berdenting dan kedua pintu terbuka, dia langsung menuju pintu besar yang berada didepannya. Membukanya kasar tanpa merasa perlu ijin lagi, bahkan sekretaris wanita Kyuhyun sampai ternganga melihat hal itu. Bahkan dia belum sempat menyapa istri atasannya.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dari tumpukan kertas-kertas yang berada ditangan dan di atas mejanya. Tersenyum saat mendapati istrinya-lah yang baru saja menginterupsi konsentarasinya. “Hai,” sapa Kyuhyun singkat tidak terlalu detail memperhatikan wajah bengis yang ditunjukan Jihyun padanya. “Ada apa kemari?” tanya Kyuhyun bangun dari duduknya, berjalan memutari mejanya dengan segara menarik tubuh Jihyun kedekatnya.

“Brengsek!” seru Jihyun tepat di depan wajah Kyuhyun. “Kau menyebalkan! Sungguh kau menyebalkan sekali!!!” Jihyun memukul-mukul dada Kyuhyun, melampiaskan kemarahannya. Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa hanya berusaha menghentikan kedua tangan itu dari tubuhnya.

“Apa lagi?” tanya Kyuhyun seakan sudah terbiasa dengan sikap istrinya yang naik-turun ini.Terbiasa sejak beberapa bulan yang lalu saat perut istrinya mulai membesar. “Apa yang kau ingin ‘kan hem?” dengan nada lembut Kyuhyun membawa Jihyun memutari meja dan menjatuhkan tubuhnya di kursi kebesarannya sementara ia menarik wanitanya hingga duduk diatas pangkuannya.

“Aku sedang kesal denganmu Cho! Hentikan sikap manismu yang menggelikan itu!” cetus Jihyun. Tetap saja semarah-marahnya ia, masih menarima setiap bentuk sentuhan yang dilakukan suaminya. “Kau membuatku seperti ini!”

“Apa?” gumam Kyuhyun tidak mengerti, menyelipkan helaian rambut Jihyun kebelekang telinga wanitanya. Matanya dengan hati-hati memperhatikan bagaimana ekspresi yang sedang ditunjukan Jihyun saat ini.

“Membengkak!” seru Jihyun meratapi tubuhnya yang sedikit mekar. “Kau tahu banyak baju yang tidak muat tadi! Kau menyebalkan Cho Kyuhyun.” Ah! Kyuhyun mengerti kemana arah pembicaraan ini, detik berikutnya yang ia lakukan hanya terkekeh kecil.

“Kan sudah aku katakan, untuk berhenti dari pekerjaanmu! Kau tidak lihat perutmu ini semakin besar huh? Tentu saja baju-baju itu tidak akan muat. Kau tahu tidak kau terlihat seperti apa sekarang?” tanya Kyuhyun tersirat nada jail disana. “Babi.”

“M—mwo?!” seru Jihyun setelah mengerjapkan matanya berkali-kali. “Kau mengatakan aku apa?! BABI?!! Hei tuan Cho kau tidak lihat dirimu huh? Kau seperti beruang mesum!”

“Beruang lebih bagus daripada babi!”

“Tidak! Beruang lebih buruk!”

“Sudahlah ibu babi terima saja, toh kenyataannya seperti itu kan? Tubuhmu benar-benar… Aaackk!!” jerit Kyuhyun saat merasakan benda tajam menusuk kulit tangannya. “YAK! Apa-apaan kau!!” Kyuhyun mendorong kepala Jihyun agar gigi wanita itu terlepas dari tangannya. Astaga! istrinya ini benar-benar… mengerikan. “Hei ibu babi, lihat tanganku sekarang. Gigimu tercetak sangat bagus disini! Dan itu sunguh menyebalkan!”

“Kau lebih menyebalkan beruang mesum!” tandas Jihyun mengalihkan perhatiannya kearah lain. “Dan aku benci itu!”

“Cih, ibu babi bisa marah juga ternyata,” cibir Kyuhyun masih memperhatikan lengannya yang habis digigit oleh Jihyun.

“Aku bukan ibu babi!”

“Ya, kau itu ibu babi!

“Kalau begitu kau ayah babi, kyu,” cetus seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan mereka dan telah mengambil posisi duduk didepan meja kerja Kyuhyun.

“Sialan kau!” dengus Kyuhyun. “Ada apa kau kemari?”

“Ada beberapa tawaran untukmu dan juga istrimu.” Jaejin memberi tahukan maksud kedatangannya dengan mata yang secara bergantian melihat kearah pasangan bodoh didepannya. “Kenapa?”

“Tawaran macam apa maksudmu?” tanya Kyuhyun.

“Ini dari Elle Magazine, mereka mengajukan permintaan untuk membuat laporan eksklusif tentang rumah tangga kalian. Kebetulan Jihyun sedang hamil besar saat ini, jadi mereka ingin membuatkan foto Maternity untuk kalian. Bagaimana?”

“Tolak,” sahut Kyuhyun cepat tanpa perlu berpikir lagi.

“Ya… wae~?” protes Jihyun tidak terima dengan penolakan Kyuhyun. “Ayolah Cho, sekali ini saja kita foto bersama. Anggap saja kalau bayimu yang menginginkannya.”

“Aku tidak akan termakan lagi dengan ucapanmu yang satu itu, ‘Anggap saja kalau bayimu yang menginginkannya’,” kata Kyuhyun menirukan suara Jihyun lengkap dengan bahasa tubuh yang sering digunakan istrinya itu—mengusap-usap perutnya. “Sekali tidak, tetap tidak!”

Pandangan Jihyun tiba-tiba menggelap saat mendengar itu, tidak bisakah suaminya ini mengerti dirinya? Dia sangat menyukai foto dan pemotretan Maternity juga salah satu hal yang di idam-idamkannya sejak dulu. Setidaknya dia dapat mengabadikan bagaimana masa-masa kehamilan pertamanya. Kandungannya sudah memasuki bulan kedelapan dan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan foto tersebut. Dan sepertinya momen yang satu ini benar-benar harus dilewatkanya, seharusnya dia tidak menikahi pria macam Cho Kyuhyun ini kan?

Rahang sempurna Jihyun semakin mengetat, pandangannya jatuh pada pintu ruangan Kyuhyun yang memang berada persisi didepan sana. Kalau saja matanya mempunyai laser yang ampuh pasti pintu tersebut sudah meleleh akibat sinar yang dikeluarkannya. Jaejin yang melihat hal itu bergidik ngeri, menggidikan dagunya kearah Jihyun agar Kyuhyun dapat mempertimbangkan keputusannya.

“Kali ini dan tidak ada untuk kedua kalinya,” ucap Kyuhyun menuruti semua apa yang diinginkan istrinya sejak beberapa bulan yang lalu.

“Kalau kau terpaksa tidak usah saja!” seru Jihyun ingin bangun dari atas pangkuan suaminya, dengan sangat cepat Kyuhyun menguasai tubuhnya yang mulai membengkak.

“Tidak ada merajuk kali ini,” bisik Kyuhyun. “Aku cukup mengerti dirimu sayang, aku akan melakukannya. Dan itu sama sekali tidak terpaksa.” Kyuhyun meraih tangan Jihyun dan mengusap-usap punggung tangan wanitanya. “Katakan pada mereka aku tidak mau melakukan sesi tanya jawab jika pertanyaan tidak bermutu dan sebagainya. Periksa semua pertanyaan itu terlebih dahulu, kau mengerti maksudku kan? Kalau sampai ada pertanyaan yang melenceng dari kriteria-ku, kau orang pertama yang akan ku tendang dari sini.”

“Ya ya ya… tanpa kau peringatkan aku sudah tahu apa mau mu. Jadi kau tenang saja Cho Kyuhyun Sajangnim,” sahut Jaejin beranjak berdiri dan lekas pergi keluar dari ruangan atasannya itu sebelum dia kena peringatan kedua yang lebih parah.

Jihyun masih terdiam ditempatnya, tidak melakukan apapun hanya duduk diatas pangkuan suaminya. Dia tahu pasti kaki Kyuhyun sudah kesemutan karena menopang tubuhnya yang sudah bisa dibilang tidak lagi seperti sebelum dia hamil. Sementara Kyuhyun mengetuk-ngetukkan kepalanya pada lengan atas Jihyun. Menghindu tubuh gadis itu perlahan-lahan.

“Aku mau makan seafood yang ada di Busan, Cho,” ucap Jihyun menghentikan gerakan kepala Kyuhyun. Dia menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun dan melihat wajah pria itu tampak sedang menimbang-nimbang permintaannya barusan. “Kalau kau tidak bisa meninggalkan pekerjaanmu, tidak apa-apa. Lain kali saja kalau begitu.”

“Kau itu kenapa sih? Aku ‘kan belum mengatakan apapun. Jangan suka mengambil keputusan yang belum tentu benar bodoh,” omel Kyuhyun menyentil pelan dahi Jihyun. “Bangun dari tubuhku, kita ke Busan sekarang.”

“Arraseo!” sahut Jihyun riang memamerkan deretan gigi putihnya pada Kyuhyun. Dan pria itu hanya bisa mencibir melihat perlakuan istirnya itu.

***

A Restaurant – Busan

Kyuhyun memarkirkan mobilnya dipelataran parkir sebuah restaurant yang sudah terkenal dengan makanan seafood-nya itu. Dengan perlahan ia membangunkan Jihyun yang tertidur dengan nyenyak disebelahnya. Mata wanita itu mengerjap saat suara lembut Kyuhyun masuk kedalam pendengarannya.

“Engghhh…” lenguh Jihyun perlahan membuka matanya. “Sudah sampai ya?” tanya Jihyun dengan suara yang serak. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya, melirik jam ditangannya yang kini menunjukan pukul delapan malam. “Aku ngantuk, kita pulang saja.”

Kedua mata Kyuhyun membulat mendengar penuturan wanitanya itu. Tidak lagi. Mereka baru saja tiba di Busan dan apa yang tadi dikatakan istrinya? Mengantuk? Pulang? Dia gila? Hey… Busan dan Seoul itu jauh. Tidak sedekat kau menyebrang jalan. Oh, astaga. Cobaan hidupmu dimulai lagi Cho Kyuhyun, batinya sambil mengelus-ngelus dadanya. Dia menghembuskan napas kasarnya, meredam emosinya hingga ketitik kerendah. Ayolah, ini bukan pertama kalinya Jihyun bertingkah seperti ini kan?

Kyuhyun memasang kembali seatbeltnya tanpa membuka suaranya. Yang ia tahu sekarang, dia perlu meninggalkan lapangan parkir ini secepat mungkin. Kyuhyun memainkan pedal gasnya, melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Diliriknya Jihyun yang kembali terpejam, “Kita ke hotel saja ya? Aku lelah jika harus kembali ke Seoul malam ini,” kata Kyuhyun tidak peduli didengan atau tidaknya oleh Jihyun.

“Terserah, aku mau istrahat. Pinggangku terasa sakit sekali,” sahut Jihyun dengan mata terpejam. Kyuhyun menoleh, mengira kalau istrinya itu tidak akan menjawabnya sama sekali.

Belakangan ini istrinya itu memang sering mengeluh akan tubuhnya yang terasa pegal-pegal. Entah itu karena kegiatan pemotretannya atau memang itu karena efek wanitanya tengah mengandung buah cinta mereka. Kyuhyun melarikan tangan kanannya kearah Jihyun, menyelipkannya diantara tubuh Jihyun dan punggung kursi. Mengusap-usapnya dengan perhatian yang tetap tertuju pada jalan didepannya.

***

August 27, 2014 (D-2)

2Hyun’s Home.

08.27 pm KST

            Kyuhyun membenarkan letak posisi kacamatanya—yang beretengger manis dihidung mancungnya. Membaca laporan-laporan yang belum selesai dibacanya di kantor tadi dengan punggung yang bersandar pada kepala ranjang. Sesekali jemarinya berada pada laptop touchscreen barunya, melihat grafik-grafik serta email yang masuk kedalamnya. Dirasakannya tempat tidur sedikit bergoyang, istrinya baru saja duduk disebelahnya dengan baju handuk yang masih dikenakannya.

Dari tempatnya berada Kyuhyun bisa merasakan tatapan intens istrinya yang membuat kulit wajahnya terasa terbakar. Seakan ada sinar laser yang mencoba untuk menembus wajahnya.Mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas kerjanya, dilihatnya istrinya itu terngah tersenyum manis padanya. Dia memajukan sedikit wajahnya, mengecup kilas bibir cherry tersebut. Kemudian mengalihkan kembali perhatiannya pada kertas-kertas ditangannya.

“Aku mau kopi boleh tidak?” tanyanya dengan nada khas persetujuan. “Kopimu yang itu? Dari baunya saja sudah enak. Boleh ya Cho Kyuhyun?” pertanyaannya kali ini merujuk pada kopi hangat yang baru dibuat Kyuhyun diatas nakas.

Kyuhyun menoleh, mengikuti cara senyum yang pancarkan istrinya. “Ti-dak.” Satu kata yang membuat bibir istrinya. “Masih ingat kata-kataku selama kau hamil kan? No coffee, no vanilla, no instan food, no soda, no wine, no—

“No sex!” potong Jihyun kesal.

“Yah!” pekik Kyuhyun. “Aku tidak pernah berkata seperti itu. Hanya kau. Kalau aku hanya mengikuti saran dari dokter. Dan asal kau tahu saja, aku tidak tahan untuk menunggu lebih lama lagi.”

Jihyun hanya mencibir, melangkah turun dari tempat tidur. Tahu suaminya itu masih menatapnya. “Setiap hari aku di sodorkan hal seperti ini terus,” kata Kyuhyun yang merujuk pada Jihyun dengan seenak jidatnya itu membuka baju handuknya. Membiarkan tubuh telanjangnya tereskpos begitu saja, memberikan bonus malam bagi suaminya yang sayangnya sedang tidak bisa menyentuhnya. Dan itu adalah kebahagiaannya sendiri, melihat Kyuhyun begitu tersiksa. “Astaga, kau ini benar-benar ya,” geram Kyuhyun dengan dengusan saat melihat istrinya yang dengan sengaja memakai pakaian dalamnya—dalam gerakan slow motion?

“Kau masih tergoda juga dengan tubuh wanita yang kau bilang seperti babi ini huh?”

Kyuhyun tercekat, lidahnya terasa kelu ketika ingin membalas perkataan wanitanya itu—saat dengan tega-teganya Jihyun memancing napsunya. “Ya…” Kyuhyun memikirkan kata-kata apa yang harus dilontarkannya. “…aku juga ‘kan pria normal.”

Kyuhyun menyibukan kembali dirinya, tenggelam pada pekerjaannya. Mencoba memfokuskan dirinya pada apa yang tengah dikerjakannya. Bukan terus melototi tubuh telanjang istrinya yang tengah… entahlah mungkin saja wanita itu tengah menggoda untuk meruntuhkan pertahanannya. Suara rintihan terdengar ditelinganya, dia tidak memperdulikannya siapa tahu didepan sana istrinya tengah mencoba menggodanya kembali. Mungkin habis-habisan kali ini.

“Kyu…” panggil Jihyun. “K—kau masih lama?”

“Kenapa?” tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan perhatiannya.

“Sepertinya…” Jihyun menggantung kata-katanya. Tidak tahu harus mengungkapkannya bagaimana. Maksudnya kata-kata yang bisa dimengeri oleh suaminya ini. “Memberontak…” putusnya saking tidak tahu harus bagaiman sekarang.

Kyuhyun menaikan sebelah alisnya saat berhasil menatap istrinya. “Astaga! Dia memberontak ingin keluar, Cho KYUHYUN!” pekik Jihyun memegangi perutnya. Kyuhyun masih bergeming ditempatnya. Napasnya tertahan, otaknya berputar, mencerna apa yang dimaksudkan oleh istrinya barusan itu. Ingin keluar? Apa? Matanya melihat tangan Jihyun yang berada diperutnya. Bayi? Bayinya akan keluar?!

Kyuhyun langsung melompat dari tempatnya, berjalan menuju Jihyun yang tengah merintih kesakitan. “Kita kerumah sakit,” kata Kyuhyun tanpa bantahan. Pria itu langsung menggendong Jihyun, sedikit tergesa-gesa dalam langkahnya.

Setelah memastikan seatbelt terpasang pada dirinya dan juga Jihyun. Kyuhyun menginjak pedal gasnya diikuti umpatan serapahnya, membelah malam Seoul. Kecepatan diatas rata-rata diambilnya. Dia harus sampai di rumah sakit secepat mungkin. Telinganya sudah sakit mendengar rintihan yang keluar dari bibir istrinya itu.

***

            Mobilnya terpaksa berhenti saat sebuah mobil didepan memotong jalannya. “Oh, astaga! Apa lagi ini?” gerutunya. Melepas seatbelt lalu keluar dari mobil.

“Selamat malam,” ucapnya yang ditanggapi dingin oleh Kyuhyun. Rahang pria itu sudah mengeras. “Maaf mengganggu perjalanan anda tuan,” sambungnya.

“Kenapa?” ketus Kyuhyun.

“Tuan, kau mengendarai mobil melebih kecepatan yang ditentukan,” jelasnya kemudian. “Anda tidak bisa mengen—”

“Istriku akan melahirkan!” seru Kyuhyun. “Kau pikir apa yang bisa kau lakukan selain cepat-cepat membawanya kerumah sakit hah?” teriaknya dengan wajah memerah. “Apa yang kau inginkan? Aku tidak punya banyak waktu. Aku tidak ingin istriku melahirkan didalam mobil karena gangguan yang dibuat olehmu. Dan aku bisa saja menuntutmu karena menghambat persalinan seseorang, kalau istri dan bayiku tidak selamat sama saja kau telah melakukan pembunuhan secara tidak langsung.”

Polisi tersebut hanya mengerjap mendengar penuturan Kyuhyun. Tanpa memperdulikan lebih lanjut lagi, Kyuhyun masuk kedalam mobilnya, meninggalkan polisi yang masih terlihat bingung. Sebenarnya apa yang diucapkannya tidak tahu benar atau tidaknya. Dia tidak peduli. Yang terpenting sekarang itu istrinya. Lagipula polisi itu bisa meminta keterangannya nanti setelah dia membawa istrinya kerumah sakit. Bukan menahannya dijalan seperti tadi itu.

“Polisi sialan!” umpat Kyuhyun.

***

            Kyuhyun membelokkan mobilnya, memasuki area rumah sakit. Memanggil seorang perawat untuk membantunya, menangani istrinya.

Beberapa saat setelah pemeriksaan, dokter menyarankan untuk Jihyun mulai tinggal dirumah sakit malam ini. Persalinan itu akan terjadi dalam waktu dekat. Hanya menunggu hingga waktu itu tiba dan ini tentu saja tidak akan menyulitkan dirinya nanti.

“Itu hanya sebuah kontraksi tuan Cho,” ujar sang dokter yang menangani Jihyun.

“Kontraksi?”

“Ya, hal biasa yang terjadi pada setiap wanita hamil dan mendekati masa persalianannya,” jelas Jung Jae-Eun. “Akan terjadi lima atau beberapa menit sekali biasanya. Setelah itu sang wanita akan mengalami namanya pembukaan. Mulut rahim akan membesar, dan pada pembukaan ke 10 proses persalinan dapat dijalani.”

Kyuhyun mengernyitkan keningnya. Dia tidak mengerti dengan yang diutarakan Jae-Eun padanya. Pembukaan? 10? Proses? Ini pertama kali telinganya mendengar hal-hal seasing itu. Dia seorang pria dan haruskah dia mengetahui hal itu semua?

“Begini,” ucap Jae-Eun yang melihat raut wajah bingung Kyuhyun. “Pembukaan pertama, satu jari yang dapat masuk begitu seterusnya hingga pembukaan sepuluh. Sederhananya seperti itu untuk normal.”

Kyuhyun memucat mendengar penjelasan itu, sepuluh? Astaga, apa yang sudah ia lakukan pada istrinya huh? Dia tidak menyangka kalau proses persalinan akan serumit ini. Yang adalah didalam benaknya saat itu, hanya tinggal membawa istrinya kerumah sakit lalu mengeluarkan bayi mereka. Sialnya, proses pengeluaran itu tidak semudah proses pembuatannya. Tangannya mengusap wajahnya kasar. “Apa tidak ada yang lebih mudah? Ma—maksudku…”

“Kecuali istrimu mau melahirkan secara caesar… dan aku yakin dia pasti akan menolaknya. Wanita tidak semudah yang kau pikirkan. Perempuan baru bisa disebut wanita jika dia bisa memberikan keturunan bagi suaminya dan melahirkan secara normal. Karena disaat-saat itulah waktu yang paling berharga baginya, mempertaruhkan nyawanya demi kehidupan lain yang akan membuat kebahagiaan datang lebih banyak lagi dikeluarga mereka.”

Kyuhyun terdiam… wajahnya memucat sekarang. Harusnya dia sudah mempersiapkan mental sebelum membuat istrinya hamil. Atau seharusnya dia lebih banyak lagi membaca buku tentang persalinan. Bukan membaca buku tentang wanita mengandung dan bagaimana cara mengatasinya. Jemarinya saling meremas, dia bena-benar tidak tahu harus melakukan apa lagi.

“Saat ini yang dibutuhkan oleh Jihyun adalah dukunganmu. Santailah, jangan dibawa panik. Kalau kau panik maka Jihyun akan merasa panik juga,” ucap Jae-Eun menepuk-nepuk pundaknya. “Ah satu lagi, ajaklah Jihyun untuk berjalan-jalan kecil untuk memudahkan proses persalinannya. Membantu melemaskan otot-otot pinggul, paha dan perutnya juga membantu pernapasannya nanti.”

Kyuhyun hanya mengangguk kecil, keluar dari ruangan Jae-Eun. Langkah gontainya membawa dirinya pada ruang rawat Jihyun, 203, yang berada dilantai empat. Dengan gemetar tangannya membuka knop pintu, matanya langsung mendapati istrinya yang tengah berbaring nyaman diatas ranjang tersebut. Dia mendekatinya dengan perlahan, mencium kening wanitanya dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Aku hanya ingin memberitahu. Jihyun dirumah sakit.

Sebaris kalimat yang dikirimkannya pada orang-orang terdekatnya. Dan dia yakin tidak sampai dalam waktu 5 jam semua orang-orang itu akan memadati ruang rawat ini. Ruang VVIP cukup menampung keluarganya dan lagipula tidak semuanya akan tidur dan tetap tinggal disini kecuali dirinya.

Jihyun mengerjapkan matanya, tersenyum melihat Kyuhyun yang sudah disampingnya setelah pamit untuk bertemu dengan dokter Jung tadi. Tangannya terulur mengelus wajah suaminya, sedikit mengernyit saat melihat wajah pucat Kyuhyun. Dia sedikit menggeser tubuhnya, memberikan sedikit tempat untuk pria itu membaringkan tubuhnya di sebelahnya.

Kyuhyun menurutinya, berbaring sedikit menyamping dengan tangan kiri yang digunakan sebagai bantalan kepala Jihyun. Tangan kanannya dia lingkarkan pada pinggang istrinya. Mengecup puncak kepalanya singkat lalu bergumam, “selamat malam nyonya cho.”

“Eum… selamat malam Chogyul.”

***

August 28, 2014 (D-1)

Seoul International Hospital

08.20 pm KST

Dengan wajah yang masih mengantuknya, Kyuhyun menemani Jihyun berjalan-jalan pagi disekitaran taman rumah sakit. Sejak semalam ponselnya terus berdering tapi dia sama sekali tidak ada niatan untuk menjawabnya. Pasti dari keluarganya. Setengah jam mereka melakukan jalan-jalan pagi hingga Jihyun merengek untuk segera kembali ke kamarnya. Kaget bukan main saat mendepati ibu dan ayahnya, orang tua Jihyun, Eunhyuk-Boo Mi, dan Jae-Jin sudah berada didalam kamarnya.

Kyuhyun membaringkan tubuh Jihyun diatas tempat tidur, satu per satu dari orang-orang itu berbondong-bondong menghampiri istrinya. “Darimana kalian bisa tahu disini ruangannya?” tanya Kyuhyun menjatuhkan dirinya diatas sofa. Membiarkan ibunya dan juga ibu Jihyun disamping wanitanya itu.

“Kau tidak mengenal yang namanya bagian informasi?” sentak Ahra. “Kau tuli atau apa? Aku meneleponmu puluhan kali tapi kau tidak mengangkatnya.”

“Aku malas.”

***

            “Kau lelah sekali sepertinya,” tutur Eunhyuk yang memperhatikan wajah kusut Kyuhyun. “Tidak tidur semalaman?” Eunhyuk menyeruput kopinya, mengayun-ayunkan kakinya yang memajuh dari tanah. Mereka sedang berada di roftoop rumah sakit, yang dibuat seperti taman kecil disini dengan ayunan—kuris yang terbuat dari kayu jati.

“Bagaimana mau tidur, kalau semalaman dia mengeluh ini-itu padaku,” sungut Kyuhyun. “Punggungnya yang pegal, kakinya yang sakit, dan perutnya yang melilit dan sederet keluhan lainnya.”

“Wow… sepertinya aku harus mempersiapkan diri dari sekarang.”

“Ya, ku sarankan kau agar banyak-banyak membaca buku. Itu sangat bermanfaat untuk otakmu yang dangkal hyung,” cibir Kyuhyun memainkan ponsel ditangannya.

“Suatu saat nanti kau akan berada di posisi sepertiku, hyung. Panik, gelisah, menyedihkan dan sebagainya. Kau tidak akan tega melihat wanita yang kau cintai tersakiti karena perbuatanmu sendiri. Aku benar-benar tidak menyangka akan seperti ini jadinya. Menakutkan. Sesuatu yang buruk, entahlah. Pikiranku benar-benar sedang tidak didalam tempatnya. Aku hanya terlalu takut menghadapi hari itu, hari dimana persalinan itu terjadi. Tapi di satu sisi kau juga akan merasakan sebuah kebahagian yang tak bisa terucapkan kata-kata. Dimana sebentar lagi kau akan menjadi orang tua, seorang ayah. Tak pernah terpikirkan oleh dulu, kalau aku bisa menjadi seorang ayah di usiaku sekarang ini. Terlalu cepat menurutku tapi cukup matang bagi orang-orang diluar sana.”

“Aku mencintainya, tapi aku tidak tahu kalau aku begitu menyakitinya sekarang. Kau tahu hyung… aku baru saja berpikir. Kita sebagai pria hanya bisa memberikan benih sebanyak mungkin. Tidak mengerti kesakitan yang dialami oleh para wanita. Setalah usaha keras yang kita lakukan membuahkan hasil, harus ku akui senang bukan main. Saat istrimu dinyatakan mengandung, apa yang bisa kau lakukan selain berlari dan memeluknya? Nerakamu akan segera dimulai saat istrimu mulai merengek minta hal yang menurutmu tidak masuk akal. Kau akan marah padanya. Dan sekarang… saat akan melahirkan kesakitan itu semakin menjadi. Dan kau akan merasakan kesakitan itu didetik-detik seperti ini. Melihatnya merintih, menangis, meraung-raung, membuat hatimu terasa dihantam pukulan palu yang bertubi-tubi. Sakit.”

Eunhyuk terdiam. Tidak menyahuti cerita sepupunya yang tengah gelisah ini. Berpikir sejenak. Apa nantinya dia juga akan seperti Kyuhyun? Panik disaat seperti ini? Baru kemarin dia mendapatkan kabar bahagia kalau Boo-Mi tengah mengandung dan sekarang dia seperti mendapatkan peringatan yang membuatnya sedikit… parno?

“Tapi dibalik semua kesakitan itu… semuanya akan terbayar dengan malaikat kecil yang akan hadir ditengah-tengahmu hyung. Memanggilmu dengan sebutan ayah. Adakah hal yang lebih membahagiakan dari hal itu? Saat anakmu memanggilmu, Ayah.” Kyuhyun menerawang jauh kelangit lepas diatasnya. Membayangkan wajah mungil yang kelak akan memanggilnya dengan sebutan seperti itu. “Berterima kasihlah pada Boo-Mi nantinya hyung.”

“Aku hanya ingin berbagi padamu. Setidaknya aku memberikan sedikit pencerahan padamu.”

“Kau tahu… ucapanmu barusan membutku sedikit takut,” kata Eunhyuk pelan, kepala Kyuhyun tertoleh padanya. “Boo-Mi hamil. Anakku. 3 Minggu.”

“Benarkah?” seru Kyuhyun dengan wajah berseri. “Wah… kalau begitu anakku akan memiliki teman bermain. Selamat hyung. Banyak-banyak bersabarlah.” Kyuhyun menjulurkan tangannya, memberikan selamat pada Eunhyuk. “Tidak ada yang perlu kau takutkan dari ceritaku yang nantinya akan berujung kabar bahagia.”

Eunhyuk hanya mengangguk lalu berjalan beriringan menuju lantai empat dimana kamar rawat Jihyun berada. “Kau orang pertama yang ku beritahu tentang kehamilannya.”

***

August 29, 2014 (D-Day)

02.45 pm KST

Jihyun meremas-remas tangan Kyuhyun yang berada disampingnya. Melampiaskan rasa sakit yang teramat sangat saat dokter Jung mengatakan kalau dirinya sudah berada di pembukaan sepuluh. Dan itu artinya dia akan melahirkan sekarang juga. Kyuhyun terus membisikan kata-kata yang menyemangati. Menyuruhnya tenang, dan lakukan apapun yang ingin dilakukan istrinya pada tangannya itu.

Air mata wanita itu merembas, membuat Kyuhyun sedikit tidak tega melihat istrinya seperti ini. Kalau saja dia bisa menggantikannya, dia yang ingin berada diranjang ini bukan Jihyun. Tangan kirinya mengusap air mata yang terus mengalir itu.

Dokter Jung melihat kearah Jihyun, mendapati anggukan kalau wanita itu sudah siap dengan persalinannya sore ini. “Tahan napasmu saat aku berkata dorong, dan menekannya keluar. Kau mengerti?”

Jihyun menganggukan kepalanya. Perlahan-lahan rasa takut menyergapi dirinya. Dilihatnya dinding dihadapannya, wajah ibunya selalu terbayang-bayang dalam benaknya. Mengerti bagaimana dulu ibunya, tengah berbaring seperti dirinya saat ini. Saat melahirkannya ke dunia. “Eomma…” gumamnya pelan. Kyuhyung mengusap-usap punggung tangannya. Menyalurkan ketenangan yang dimilikinya, meski dirinya sendirikini diliputi rasa takut yang teramat sangat.

“Saat kau mendorong nanti aku akan berhitung sampai sepuluh. Setelahnya kau berhenti hingga aku berhitung lagi. Kau paham kan?”

“Ya.”

“Baiklah kalau begitu kita mulai,” ucap dokter Jung sudah bersiap pada posisinya. Dia mulai berhitung dan suster yang berada disebelahnya membantu untuk terus berkata ‘dorong’ pada Jihyun.

Dua puluh menit berlalu, belum ada tanda-tanda kalau kepala bayi sudha keluar.

“Sakit kyu…” erang Jihyun meremas tangan Kyuhyun semakin erat. “Aku tidak sanggup…”

“Kau pasti bisa sayang… kau pasti bisa. Aku disini. Lihat aku…” kata Kyuhyun memberikan semangatnya. Dan ketika Jihyun memulai lagi dorongannya, Kyuhyun terlihat meringis. Mengamati wajah merah istrinya yang menahan napas lalu mendorong bayi mereka agar segera keluar dari dalam sana.

Suara jeritan tertahan, tangisan, memenuhi ruangan tersebut. Ditengah-tengah perjuangan Jihyun, Kyuhyun mengelap peluh yang membanjiri wajah istrinya. Dalam hatinya dia terus memanjatkan doa-doa pada tuhan. Memberikan kelancaran pada persalinan yang tengah dialami istrinya ini.

Empat puluh menit kemudian, dokter Jung menjerit kalau kepala bayi sudah keluar. Mata Kyuhyun melebar saat melihat hal itu. Ini pertama kalinya menyaksikan acara persalinan secara langsung. Ada perasaan lega saat melihat anaknya yang mulai perlahan-lahan menunjukan dirinya. Tak dirasanya, saat itu juga, dia meneteskan air mata untuk alasan yang dia sendiri tidak tahu apa. Ini momen yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Anaknya.

“Ayo sayang kau pasti bisa… sedikit lagi eoh! Dia sudah keluar,” kata Kyuhyun bersemangat. Jihyun yang menddengar itu semakin menguatkan dirinya, hatinya mencelos saat melihat butirn air mata yang turun membasahi wajah suaminya. Kyuhyun menangis?

Hingga tak terasa, tak berselang lama, suara tangis bayi terdengar ditelinga keduanya. Jihyun melemaskan pundaknya, napasnya masih terengah-engah. Matanya menyaksikan bagaimana bayi mungil yang masih berlumuran darah itu berada dalam gendongan dokter Jung.

“Laki-laki,” ucap dokter Jung memberitahukan jenis kelamin anak mereka. Keduanya tersenyum saling melempar pandang.

Setelah beberapa saat dokter Jung meminta Kyuhyun agar pria yang kini telah berstatus sebagai seorang ayah untuk menggunting tali pusar pada tubuh puteranya. Dengan gemetar Kyuhyun mengambil gunting tersebut, air matanya semakin jatuh saat melihat wajah anaknya. Dengan cepat Kyuhyun melakukannya. Walau awalnya terasa berat untuk menggerakan tangannya tapi dia ingin akan status barunya sekarang. Jadi, dia melakukannya.

***

Cho Hyun-Ji (Mr & Mrs. Cho’s baby)
August 29, 2014.
Weight : 3kg / Height : 52,1 cm

            Kyuhyun duduk pada tepi ranjang, melihat bagaimana anaknya yang masih disusui oleh Jihyun. Jari telunjunya diselipkan pada tangan mungil puteranya, digenggamnya dengan erat. Pipinya yang kembang-kempis menghisap dada Jihyun, meminum asi yang diberikan oleh ibunya. Jihyun mengelus pelan pipi puternya dengan jari telunjuknya.

“Terima kasih,” ucap Kyuhyun. “Kau telah melakukan satu hal yang hebat pagi ini. Good Job, sayang.”

“Kau menangis?” tanya Jihyun mengabaikan perkataan Kyuhyun barusan. “kenapa?”

“Hanya pria bodoh yang tidak menangis saat menyaksikan kelahiran anaknya,” dengus Kyuhyun mengutarakan penjelasan. “Aku tidak akan melupakan kejadian hari ini. Benar-benar menegangkan. Menakutkan sekaligus membahagiakan.”

Jihyun tersenyum, mengusap lembut wajah Kyuhyun. Memajukan sedikit tubuhnya lalu mengecup bibir suaminya yang menyebabkan pria itu sedikit mengerjap akibat tindakan yang tiba-tiba. “Anak kita tampan kan?”

“Ya, seperti ayahnya,” jawab Kyuhyun. “Gen-ku benar-benar bagus sekali,” kagumnya pada hasil jadi buah cinta mereka. Hyun-Ji benar-benar tampan.

“Terima kasih untuk semua yang telah kau berikan padaku, terutama Hyun-Ji. Terima kasih banyak sayang.” Kyuhyun mengecup kening Jihyun lama. Menyalurkan rasa terima kasihnya yang dia tahu kata-kata itu tidaklah cukup untuk menggambarkan betapa bahagianya dia sekarang.

***

Welcome to the world baby Hyun-Ji ^^

fg

See you in next story~~ Become a mom and dad….

***

Gimana? kecepetan ya alurnya? Aku benar-benar lagi gak ada mood ngerjain ini, pas ada ide eh datengnya malah terkesan buru-buru banget. Dan maaf aku nggak tahu proses melahirkan itu gimana, jadi aku cuma cari-cari di blog dan mengeruaikannya dengan kata-kata yang aku bisa. Yang aku ngerti juga, bahasa blog yang aku baca begitu terbelit-belit jadi aku cuma bisa nangkep kayak gitu ajah. Makasih udah mau baca ^^ See you~~

2hyun baby

290 thoughts on “2HYUN SCENE : The Baby Was Born

  1. huwaaaaaa 😀 .. welcome baby cho 🙂 ..
    perjuangan dan pengorbanan seirang ibu memang takkan terbalaskan oleh apapun kecuali kita menjadi anak yang patuh dan membanggakan 🙂 ..

    chukkae juga buat hyukjae and boo mi.. 🙂

  2. aku hampir saja melewatkan part ini untung tadi kelihatan. awal2 baca lucu sekali 😀 jaejin malah ikut2an ngomporin bilang ayah babi

  3. Eon ffnya kapan lanjut lagiii huhuhuhu nga pernah bosen ngulang ff ini 2hyun emang pasangan yang unik😂. Cepetcepet diupdate yah eonnn penasaran gimna kyuhyun jadi appa dan jihyun jadi eomma😂. Mau nanya juga di 2hyun complicated kan jihyun punya anak anjing itu anjingnya kemana eon dan kan anaknya lakilaki jadi kamarnya ganti warna dong heheheheh ayo eon update 2hyun series lagi kangen berat ama couple yang satu ini huhuhu😭😭

  4. wahhhhhhh hyunji lahir jg akhirnya hhhhhhhh tegang banget yach wktu persalinannya tpi kata2 kyuhyun bt eunhyuk wktu d rooftop rmh sakit tuch wahhhhh keren dan tumben bgt kyuhyun waras hhhhhhh

  5. hai baby hyunji !!!! kenalin aku adiknya cho Kyuhyun, cho Yong gi imnida, wkwk ngarep banget ya, chukhae oppa sekarang udah ada yang bakalan manggil oppa dengan sebutan appa, aigo apa aku ngeidolain seorang ahjussi ?

  6. wah baby.a udah lahiirrr selamattt semoga hyunji jdi anak yg baik nurut sama ema & bapak.a dan jdi anak yg berguna buat nusa bangsa yahhh mimpi kyuhyun bener berarti yahh anak cowo di nama hyunji pula..

  7. aaa hyun ji lucu bgt … senyum2 sndri baca kisah mreka d .part ini… kkkwkw .. ngga sabar buat next storynya…
    eh iia thor agak k cpetan alurny.. tp… ttep kren koo… d tnggu next story thor… ^^ fighting

  8. gak tau mau komen apa sking snang yha nglhat kyu di ff ini!!!!aku cuma mau blng hyun ji cute bnget emng cocok jdi anaknya kyu😊😊

  9. Serius aku ga ngrti kalo persalinan ribet kek gitu ‘-‘ padahal aku cewe
    Rada baper sih pas baca persalinannya, langsung keinget ibuk :’)
    Perjuangan orang tua ke anak emang gk bakal ada abisnya..
    Abis ini kyuhyun pasti nge manjain anaknya banget kek nya :v

  10. Welcome to 2 hyun family cho hyunji, ah seneng banget deh akhirnya baby cho lahir juga dengan selamat, chukkae

  11. Welcome in the world baby cho ji hyun ..
    Dkrain prediksi kyu itu bner qlo bayi.na itu perempuan , trnyata meleset ey ..
    Brarti mimpi kyu itu prtanda qlo anak.na itu laki2 .. Kkk~

  12. KYAAAAA…..
    Hyunji lahir, bener kan aku udah ngira waktu kyuhyun mimpi kalo anak mereka laki”. Eh bener laki”, welcome hyunji-ah.
    Eonni next pliiiiiiissssas…….
    Kyaaaa…..
    Gak tau kenapa aku seneng banget. ! 😱😱😱😱😱

  13. Iya min…kecepatan alur nya….jdi kurang feel nya ni….
    Tpi ttp senang hyunji da lahir…
    Jadi ada saingan nya kyuhyun….hahahaha….kelanjutan nya di tgu ya min……

  14. wah akhirya baby ji lahir juga ,thor kpn d
    lanjut udah lm nugu nih.moga moga udah dpt wangsit ya buat lanjutin ff ini sngat wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s